Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Keunikan Konsep Tanéyan Lanjhang yang Menjadi Khas Adat Madura

Langgar atau musolla kahs madura dengan bangunan runah tradisional
Tanéyan Lanjhang khas Sampang Madura

Tintanesia - Sore itu, matahari mulai turun di Madura menyelimuti halaman panjang dengan cahaya keemasan yang lembut. Di saat yang sama, angin berembus pelan membawa aroma kayu tua yang hangat bercampur wangi jagung yang dijemur. Di kompleks yang disebug Tanéyan Lanjhang ini, kehidupan mengalir tanpa tergesa. Yaitu ada anak-anak yang berlarian di tengah halaman, perempuan duduk berkelompok sambil memilah hasil panen, dan dari arah barat terdengar suara sesorang mengaji di Langghãr. 

Tanéyan Lanjhang ini tidak hanya di sebut bentuk atau bangunan pembatas fisik semata. Melainkan semacam jalinan yang menyatukan manusia satu dengan lainnya. Jika diurai, bentuknya ada Langghãr dengan dengan rumah-rumah berjajar memanjangke ke timur, seakan memperlihatkan persaudaraan dan kebersamaan yang khas lokal Madura. Bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu khas banget, menampilkan pesona yang sulit habis dinikmati. 

Langkah kaki kita akan terasa berbeda saat memasuki tanéyan, atau halaman luas yang menjadi pusat kehidupan di situ. Tanahnya hangat dan keras, seakan menyimpan jejak dari generasi ke generasi. Bekas kaki anak-anak, garis selatan Jagung dan sisa jerami yang tertingg menjadi penanda sekaligus saksi ruang tersebut digunakan. Nah, di sinilah pagi dimulai dan sore berakhir dengan ritme yang nyaris tak berubah dari waktu ke waktu. 

Pada bagian barat, Langghãr berdiri dengan tenang. Bangun kecil itu tidak hanya tempat pelangkap, namun tempat beribadah; pengolahan batin individu dan keluarga. Tentu kita bisa membayangkan bahwa tempat itu, ada doa-doa yang mengalun menciptakan suasana tenang. Hal itu bisa dirasakan saat waktu shalat masuk atau tiba, yakni, semacam ada panggilan bagi mereka yang menempati rumah di pinggir langgar. 

Adapun rumah paling barat atau yang paling dekat dengan Langghãr, adalah termasuk tempat tinggal saudara paking tua, atau bisa saja bapak/ibu/nenek/kakek. Dalam hal ini Tintanesia ingin mengajak pembaca membayangkan, ada sang kakek dan sang nenek duduk teras rumahnya, ia memandang halaman dengan mata yang penuh pengalaman. Kadang memanggil cucu yang berlarian, kadang hanya tersenyum melihat kehidupan yang terus berputar di depannya. 

Begitupun pada siang hari, di Tanéyan Lanjhang diisi dengan kerja yang sederhana namun bermakna. Kegiatannya seperti penjemuran jagung, penataan dan pengeringan padu, dan dari sisi selatan ada sapu yang berbunyi di kandang. Tentunya berbagai aktivitas itu, menyatukan aroma udara dengan hangat, serta menciptakan suasana yang khas pedesaan. 

Kemudian menjelang sore, halaman seakan berubah menjadi ruang bermain. Yaitu anak-anak mengambil alih tanéyan dengan tawa yang lepas. Suara mereka memantul di antara rumah-rumah, menciptakan gema kecil yang gampang diingat. Sedangkan di sisi lain, para ibu duduk berbincang hingga berbagai cerita ringan mengalir tanpa tekanan. 

Keunikan Tanéyan Lanjhang tidak hanya pada susunan ruang saja. Tetapi, juga terletak pada penataan ruang yang juga menata sosial keluarga. Hal itu tidak ada unsur yang disengaja, melainkan tumbuh dengan sendirinya. Contohnya, Anak-anak belajar berbicara, bersikap, dan menghormati bukan dari teori. Melainkan dari apa yang meraja pandang setiap harinya. 

 Meski zaman terus berubah, pola seperti itu tidak hilang. Di berbagai daerah Madura seperti Sampang, tanéyan Lanjhang tetap bertahan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Ruang jtu menjadi pengingat, bahwa rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi sesuatu untuk merawat kebersamaan. 

Kemudian yang paling indah, terletak pada senja yang benar-benar tenggelam. Yakni, Tanéyan Lanjhang terasa lebih nyaman dan dalam dari sekadar permukiman. Ruang itu menjadi tempat yang menyimpan waktu, tempat kenangan tumbuh dan diwariskan. Jadi semacam ada rasa hangat yang tak terlihat, namun dirasakan.*

Penulis: Fau #Rumah_Adat_Madura #Budaya_Madura #Permukiman_Tradisional #Kehidupan_Desa #Kearifan_Lokal

Baca Juga
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad