Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Penjam Dulu Seratus Sempat Viral, Jokowi Berpantun

Uang ratusan ribu di atas kasur
Uang seratus seperti seperti yang disebut di konten. (Tintanesia/Fau)

Tintanesia - Setelah Jokowi berpantun, pinjam dulu seratus sempat membuming se Indonesia. Sebelumya frasa tersebut sempat viral di berbagai media sosial (Medsos), baik dalam bentuk video, komentar, maupun meme sebagai candaan masyarakat Indonesia. 

Dalam ekosistem medsos, hal semacam itu memang kerap terjadi. Apalagi frasa pinjam dulu seratus termasuk ujaran ringan bisa menempel pada figuran pulik, lalu menyebar ulang dalam berbagai versi, hingga akhirnya menjadi bagian dari percakapan kolektif di ruang digital. 

Yang menurut Tintanesia unik, viralnya frasa pinjam dulu sertus, justru tidak berasal dari kebijaka  resmi, melainkan dari cara warganet yang mengolah menjadi humor. Berawal dari itu, frasa tersebut berubah dari angka kecil menjadi simbol candaan yang hidup dan terus diproduksi ulang oleh pengguna media sosial.

Kenapa Frasa Pinjam Dulu Seratus Busa Viral? 

Ada beberapa alasan yang membuat frasa pinjam dulu sertus cepat menyebar dan bertahan di ruang digital. 

Pertama, singkat dan mudah diingat. Yaknk frasa tersebut tergolong pendek, sederhana, dan langsung menempel di ingatan. Sehingga gampang dijadikan caption  komentar, dan video pendek serba cepat.

Kedua relatable dengan kehidupan sehari-hari. Maksudnya, banyak orang yang pernah berasa dalam situasi keuangan yang serba tipis terutama di akhir bukan. Sehingga saat frasa ini mulai muncul, saatt dibungkus humor banyak yang seolah terikat. 

Ketiga, mudah dijadikan meme dan variasi konten. Frasa pinjam dulu seratus ini tergolong fleksibel untuk diubah menjadi berbagai bentuk. Diantaranya parodi, POV, Punchilne, atau bahkan menjadi konten candaan absurd. 

Keempat, efek figur publik dan algoritma media sosial. Ketika sebuah trasa seperti pinjam dulu seratus dikaitkan dengan tokoh besar seperti Jokowi, tentu perhatian publik langsung tersita. 

Dampak di Ruang Digital

Fenomena tersebut justru menujukkan bagaimana  budaya internet itu bekerja.  Kita melihat bahwa hal kecil bisa berubah menjadi bersama hanya dengan waktu singkat. Di sisi lain, memperlihatkan kreativitas warga Indonesia dalam humor baru. Namun, ada risiko pergeseran konteks ketika sebuah candaan diputar berulang tanpa sumber yang jelas. 

Kendatipun begitu, secara sosial tren semacam itu juga memperlihatkan kebutuhan sederhana manusia di ruang digital, yakni, mencari hiburan ringan di tengah tekanan sehari-hari. Sehingga bisa dikatakan, jika humor receh bisa menjadi ceda kecil dari derasnya informasi dan persoalan hidup. 

Frasa pinjam dulu seratus mungkin hanya akan menjadi sesaat. Tetapi dari fenomena ini, kita melihat suatu hal yang besar. Yakni di era digital hal kecil dan sederhana, bisa menjadi sesuatu yang besar bahkan menyatukan banyak orang meski di layar ponsel. 

Penulis: Fau #Jokowi #Pinjam_Dulu_Seratus #Meme_Internet #Budaya_Digital #Media_Sosial

Baca Juga
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad