Harus Dikontrol: Berikut 3 Dampak Negatif Mengunakan Gadget Berlebihan!

Selain meurak mental, penggunaan gadget berlebihan juga pada fisik dan merampas waktu. Sehingga itu, artikel ini mengulas cara mengontrol layar dengan

Anak-anak memegang handphone dengan posisi ponsel lanskap atau miring
Anak-anak sedang main game

Sahabat tintanesia.com, apa jadinya jika penggunaan gadget tidak dikontrol? Sedangkan kehidupan itu tidak hanya di alam layar saja, melainkan ada peristiwa nyata yang harus dijalani dengan fisik dan interaksi fakta. Lalu bagaimana solusinya agar antara kehidupan cahaya ponsel dengan alam nyata seimbang? Jelas jawabannya adalah melakukan kontrol pada pengunaan handphone!

Kamu pernah melihat anggota keluarga saling tak acuh sama lain? Misal di ruang tamu atau ruang istirahat keluarga, anak sibuk main game, sang ibu menggulir layar untuk belanja barang mewah, sedangkan sang ayah fokus nonton drama. Itulah yang  yang dimaksud alam layar. Seakan setiap orang di ruang tamu itu memiliki alamnya masing-masing.

Dalam tulisan ini, tintanesia.com akan mengulas hal-hal yang harus dikontrol terkait pengunaan gadget. serta akan dibahas juga, tentang dampak negatif penggunaan gadget jika tanpa pengontrolan yang tepat. Jadi simaklah artikel ini dengan baik lalu sadari hal pentingnya ya.

Apa saja dampak Pengunaan Gadget Berlebihan?

Sebelum kita mengulas terkait beberapa hal yang harus dikontrol saat menggunakan gadget, tintanesia.com akan membahas terlebih dahulu tentang dampak-dampak menggunakan ponsel secara berlebihan, yakni sebagai berikut:

1. Waktu Tidur Terganggu

Penggunaan gadget secara berlebihan bisa mengganggu waktu tidur, benarkah? Menurut pengalaman dan pengamatan tintanesia.com hal itu benar adanya. Penulis ini pernah mengalami peristiwa yang berkenaan dengan alam mimpi beberapa bulan terkahir. Yakni saat asik menggulir layar ponsel, penulis justru lupa bahwa waktu itu terbagi menjadi tiga: bekerja, bersama keluarga, dan istirahat. Sehingga tanpa disadari kejadian itu terulang sampai beberapa pekan lamanya. Alhasil, penulis tumbang lantaran kurang tidur.

Kemudian hasil pengamatan tintanesia.com kepada anak-anak dan remaja beberapa pekan terakhir, mereka sulit tidur terutama saat jam menunjukan waktu tengah malam. Di jam segitu, mereka justru asik dengan gadget miring sambil bilang 'Serang! Serang! Jangan sembunyi' seolah perang di dunia game itu sesuatu yang nyata.

Kemudian orang dewasa di jam yang menunjukan pukul 11.00 ke atas itu, justru fokus memperhatikan film drama yang alurnya mengarah pada bisnis di zaman kuno. Bahkan sebagian dari mereka menamatkan beberapa film hanya untuk menuntaskan rasa penasaran.

Berbeda dengan pemain game dan penonton drama, ibu-ibu atau pun embak-embak tampak lebih lama mengamati beberapa produk yang sama. Mereka sibuk menilai kualitas produk yang akan dibeli. Mulai dari harga, bahan, jarak toko dengan rumah tak lepas dari pikiran mereka.

Dari 3 peristiwa yang tintanesia.com ceritakan, kita seharusnya paham bahwa mereka telah kehilangan waktu tidur.   Mereka akan mengalami kehidupan normal, jika melakukan kontrol pada penggunaan gagdet.

2. Merusak Mental

"Masak cuma main gadget bisa merusak mental?" mungkin pertanyaan yang meremehkan semacam itu yang ada dibenak kita terkait ponsel bisa merusak mental. tintanesia.com pernah mewawancara langsung anak-anak dan remaja yang gemar dengan game. Mereka cendrung kaku saat diajak ngobrol, namun saat berbicara dengan teman game di gadget nya, mereka sangat lancar.

Dalam kehidupan sehari-harinya, mereka seolah takut melakukan hal yang nyata. Seakan dunianya telah dirampas oleh game. Apakah kejadian semacam itu tidak berkenaan dengan kerusakan mental, kawan?

Kemudian pada orang dewasa yang suka nonton drama, kerusakan mental bisa terlihat dari mereka yang gelisah jika, waktu nonton tersita oleh kegiatan lainnya. Contoh peristiwanya, saat atasan menyuruh mereka untuk lembur. Pekerjaan yang berkaitan dengan tambahan waktu dan bonus itu dikerjakan dengan kurang maksimal. Kok bisa? bagaimana tidak, sebab orang dewasa yang candu akan drama itu tidak akan fokus pada job nya dalam lembur. Dalam benaknya pasti terlintas aktor-aktor drama bisnis kuno, pangeran mahkota yang lemah, dan lain sebagainya.

Lalu, pada embak-embak atau ibu-ibu yang suka belanja barang lewat layar ponsel, akan kecewa saat produk yang di belinya datang dengan kualitas yang tidak sesuai dengan harga. Kemudian si embak memesan lagi dengan barang yang datang masih belum sesuai keinginan. Apakah peristiwa itu tidak bisa disebut seorang yang mengalami kerusakan mental?

Itulah alasan kecil tintanesia.com mengulas kontrol pada penggunaan gadget, yakini, agar kehidupan yang berkenaan dengan mencari uang bisa berjalan lancar. Atau, agar bebas dari jebakan barang online yang kelihatan mewah.

3. Merusak Fisik dan Penglihatan

Sahabat tintanesia.com harus tahu, bahwa penggunaan gadget secara berlebihan itu bisa merusak kesehatan. Kok bisa kang? Coba bayangkan, dari waktu 24 jam kita hanya memiliki waktu 7 hinga 8 jam untuk istirahat dari ponsel. Sedangkan sisanya tergunakan pada cahaya layar. Nah, apa jadinya jika hal itu terulang tiap hari dan berlangsung lama?

tintanesia.com sering melihat berita anak-anak yang rusak penglihatannya, akibat terlalu lama menatap layar ponsel. Tak hanya itu, kerap beredar juga informasi seorang jatuh kelelahan lantaran terlalu lama action di dunia maya.

Begini, coba bayangkan seorang yang mulanya memiliki badan bagus lalu berubah menjadi gemuk akibat terlalu lama rebahan sambil nonton film drama. Secara ya, saat orang melihat film pasti dalam keadaan santai, alias tidak melakukan aktivitas berat yang kemudian mereka menjadi gendut. Nah, dari kurus ke gemuk ini, apakah tidak termasuk sesuatu hal yang merusak fisik?

Lantas Bagaimana Cara Mengontrol Menggunakan Gadget?

Tenang sobat, tintanesia.com akan menjelaskan secara detail cara mengontrol diri saat mengunakan ponsel. Yaitu ada 5 hal yang harus dilakukan, dan sesuai dengan pengalaman penulis. Catat berikut ini:

1. Membuat jadwal

Langkah paling utama untuk mengontrol diri dalam menggunakan handphone adalah membuat jadwal pribadi, mulai dari bangun hingga tidur. Contoh, kita bangun pukul setengah empat pagi untuk melakukan shalat sunnah sebelum fajar, lalu shalat subuh. Kemudian dilanjut dengan aktifitas wajib seperti belajar di sekolah, belajar mandiri, atau bekerja yang berlangsung sehari. Setelah isyak, baru kita boleh menggunakan ponsel, namun tetap harus dibatasi, yakni maksimal dua sampai 3 jam.

Dengan adanya jadwal ini, kita berharap kehidupan nyata dan alam layar bisa seimbang. Tentunya jadwal ini bisa bermanfaat tidak hanya pada penggunaan gadget, melainkan pada hal wajib seperti ibadah dan pekerjaan.

2. Istiqomah pada Jadwal yang Dibuat

Yang dimaksud istiqomah dengan jadwal yang dibuat itu, kita benar-benar melakukan apa yang kita konsep dan rencanakan. Contoh, tidak memegang handphone saat bekerja, atau saat menggunakan ponsel tidak lebih dari tiga jam.

Ber istiqomah pada jadwal yang dibuat memang tidak gampang. Maka itu, kita perlu menerapkannya secara bertahap dan bisa dimulai dari hal wajib. Seperti, saat bangun tidur tidak langsung memegang HP, atau sebelum tidur melakukan sesuatu yang tidak berkaitan dengan layar.

Melalui cara bertahap ini, kita pasti bisa rutin melakukan semua yang ditulis di buku jadwal keseharian. Dengan begitu, kehidupan antara dunia nyata dan alam layar akan seimbang dengan sendirinya.

3. Puasa atau Menahan Diri

Puasa jika dideskripsikan secara harfiah adalah menahan diri. Jika puasa ini dikaitkan dengan layar, maka akan menjadi makna menahan diri untuk tidak memegang handphone. Namun perlu digaris bawahi, bahwa puasa dari gadget tidaklah gampang. Kita masih membutuhkan latihan menahan secara esktra sebelum terbiasa tidak memegang ponsel.

Maka dari itu, jika kamu ingin mencoba berpuasa dari layar, tintanesia.com sarankan, agar melakukan cara ini secara bertahap sebelum terbiasa bebas dari alam layar.

4. Berolahraga

Mengontrol penggunaan handphone melalui berolahraga ini sebenarnya cuma karangan tintanesia.com. Dengan imajinasi, biasanya ketika orang capek berolah raga, dia memilih beristirahat sesudahnya. Kalau bayangan penulis sih, saat orang melakukan olahraga sore, misalnya, kan capek tuh, biasanya saat waktu malam dia kelelahan dan langsung tidur. Namun cara yang keempat ini belum penulis coba. Sehingga apabila kamu ingin mencoba tips yang satu ini, bisa langsung konsultasi ke dokter ahli.

5. Sadar Diri

Kenapa yang terakhir untuk mengontrol dalam penggunaan gadget justru sadar diri? Eh jangan salah, ini adalah jurus pamungkas penulis untuk mengontrol penggunaan ponsel loh. hanya saja berkenaan dengan sadar diri, kita harus memahami dengan pelan-pelan.

Jadi begini, ilmu sadar diri ini sebenarnya ajaran leluhur penulis saat menghadapi masalah hidup. Hanya saja penulis pernah melakukan tips nomor lima ini untuk mengontrol pengunaan gadget. Bagaimana caranya? Mudah sih, kita cukup merenung lalu memilah apa saja yang yang kita lakukan selama seharian: mulai dari bangun hingga tidur. Jika selama sehari itu aktivitas menggunakan ponsel terlalu banyak, maka kita harus menguranginya.

Oh ya sobat tintanesia.com, 5 tips mengontrol mengunakan gadget itu saling berkaitan ya. Artinya, antara cara satu hingga ke lima, harus dilakukan bersamaan. Terimakasih selamat mencoba.* (Bram) #Kontrol_Gadget #Ponsel #Dampak_Negatif_Penggunaan_Ponsel

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Harus Dikontrol: Berikut 3 Dampak Negatif Mengunakan Gadget Berlebihan!
  • Harus Dikontrol: Berikut 3 Dampak Negatif Mengunakan Gadget Berlebihan!
  • Harus Dikontrol: Berikut 3 Dampak Negatif Mengunakan Gadget Berlebihan!
  • Harus Dikontrol: Berikut 3 Dampak Negatif Mengunakan Gadget Berlebihan!
  • Harus Dikontrol: Berikut 3 Dampak Negatif Mengunakan Gadget Berlebihan!
  • Harus Dikontrol: Berikut 3 Dampak Negatif Mengunakan Gadget Berlebihan!

Posting Komentar