Bujet Rp20 Jutaan Bisa Bangun Rumah? Berikut Tips yang Jarang Terpikirkan Orang Awam!

Bujet Rp20 jutaan ternyata bisa jadi modal membangun rumah sederhana. Simak trik hemat, strategi rumah tumbuh, dan cara menekan biaya pembangunan.

Uang ratusan dan puluhan ribu bertumpuk
uang ratusan ribu untuk membangun rumah

Halo sahabat tintanesia.com! Membangun rumah dengan bujet sekitar Rp20 jutaan mungkin terdengar seperti sesuatu yang sulit dilakukan. Terlebih kalau kita memperkirakan harga material, ongkos tukang, kebutuhan instalasi listrik dan air, hingga biaya finishing yang sering kali membuat anggaran rumah cepat membengkak. Namun kamu tak perlu khawatir, sebab dengan perencanaan yang tepat, angka segutu masih bisa diarahkan untuk membangun tempat tinggal sederhana, terutama jika targetnya dibuat realistis sejak awal.

Hal paling penting bukan memaksakan rumah besar dengan anggaran terbatas, melainkan menentukan bagian mana yang harus kita selesaikan terlebih dahulu. Apalagi membuat rumah itu, bisa dibangun secara bertahap. Kita bisa memulainya dari struktur utama yang aman dan layak, kemudian dikembangkan ketika kondisi keuangan sudah lebih longgar.

Baiklah sobat tintanesia.com, mari kita bahas tuntas terkait dana Rp20 hutan untuk membangun rumah impian.

Tentukan Fungsi Rumah Sebelum Menghitung Biaya

Perlu teman-teman ketahui bersama, bahwa kesalahan yang sering dilakukan orang ketika ingin membangun rumah yaitu mereka langsung menghitung harga semen, bata, pasir, atau keramik. Padahal, langkah pertama yang harus mereka lakukan adalah menentukan kebutuhan ruang.

Seharusnya dengan bujet Rp20 jutaan, konsep rumah sederhana menjadi pilihan paling masuk akal. Misalkan, bangunan awal bisa diarahkan untuk satu kamar tidur, ruang multifungsi, kamar mandi, serta area kecil yang nantinya bisa dikembangkan menjadi dapur atau ruang keluarga.

Ukuran bangunan juga perlu disesuaikan dengan kondisi tanah jika bujet yang kita miliki minim. Apabila lahan sudah tersedia, pemilik rumah mempunyai keuntungan besar karena anggaran bisa difokuskan pada pembangunan. Sebaliknya, apabila Rp20 juta tersebut juga harus digunakan untuk membeli tanah, target pembangunan perlu dihitung ulang secara lebih hati-hati.

Jangan Mengejar Rumah Selesai Sekaligus

Salah satu strategi yang jarang dipikirkan orang awam adalah membangun rumah berdasarkan prioritas. Artinya rumah tidak harus langsung memiliki tampilan seperti bangunan yang sudah selesai direnovasi.

Tahap pertama yang bisa kita lakukan , yaitu lebih fokus pada pondasi, struktur utama, dinding, atap, serta ruang yang paling dibutuhkan. Setelah bangunan sudah bisa kita digunakan, pekerjaan seperti: plafon, keramik premium, pagar, kanopi, atau dekorasi bisa dilakukan kemudian.

Yang paling penting itu, pola pembangunan bertahaplah yang membuat pemilik rumah lebih leluasa mengatur arus keuangan. Setelah memperoleh tambahan penghasilan, baru kita bisa menyelesaikan bagian rumah yang masih tertunda.

Pilih Desain yang Sederhana dan Mudah Dikerjakan

Sobat tintanesia.com, perlu kita sadari bersama ya, yakni, desain rumah itu sangat memengaruhi biaya. Semakin rumit bentuk bangunannya, maka semakin banyak pekerjaan dan material yang diperlukan.

Rumah dengan denah sederhana biasanya lebih mudah dihitung kebutuhan materialnya. Bentuk persegi atau persegi panjang, misalnya, cenderung lebih praktis dibandingkan desain dengan banyak sudut, lekukan, atau perubahan elevasi.

Kemudian yang perlu diperhitungkan juga adalah atap. Model yang sederhana, pasalnya, dapat membantu mengurangi pekerjaan tambahan dan memudahkan perawatan dalam jangka panjang. Prinsipnya, setiap elemen bangunan harus memiliki fungsi yang jelas.

Manfaatkan Material Secara Cermat

Dengan anggaran cuma Rp20 jutan, kita harus bisa menghemat biaya. namun tidak berarti membeli material dengan kualitas paling rendah. Maka itu menurut tintaneia.com, cara yang lebih aman adalah membandingkan harga dari beberapa toko dan menentukan material berdasarkan kebutuhan konstruksi.

Setelah menemukan toko yang pas, kita bisa berbelanja material dalam jumlah yang sesuai. Ingat ya, jangan sampai berlebihan. Sebab pembelian berlebihan bisa membuat uang tertahan dalam bentuk stok, sedangkan material yang salah perhitungan dapat menyebabkan pemborosan.

Sebagai pemilik rumah, tentu kita boleh mencari material lokal dengan kualitas yang sesuai kebutuhan kita. Kalau bisa kita pilih produk lokal yang mudah diperoleh, biasanya produk seperti itu lebih praktis dengan biaya pengangkutannya dapat lebih rendah.

Berkenaan dengan bagian kekuatan bangunan, kita jangan terlalu hemat ya. Jangan sampai gegara ingin hemat, kita justru mengorbankan bagian pondasi, struktur utama, rangka atap, dan instalasi listrik.

Jangan Lupa Hitung Ongkos Tukang dari Awal

Biaya tenaga kerja kerap terlupakan saat kita fokus menghitung uang untuk material. Padahal urusan pembangunan itu tidak hanya biaya bahan dan tempat, upah tenaga juga sangat menentukan waktu pengerjaan rumah.

Maka sebelum memulai pekerjaan, sebagiknya kita telah menembusi dan membuat kesepakatan dengan tukang bangunan. Tentukanlah sistem pembayarannya juga, yaitu menggunakan upah borongan atau harian. Tak hanya itu, kita haru memastikan apa saja hal yang dikerjakan oleh tukang, serta siapa yang bertanggung jawab menyediakan materialnya.

Melalui perencanaan semacam ini, kita bisa mengurangi risiko yang memunculkan biaya tambahan di tengah pengerjaan rumah. Ohya sekerda bocoran ya, jika kita mengupah tukang secara harian, maka kita perlu memperkirakan durasi pengerjaan agar total anggaran untuk tenaga lebih mudah dikendalikan. 

Sediakan Dana Cadangan

Uang Rp20 Juta ini jangan sampai diahabiskan semua untuk kebutuhan material ya. Kita harus menyisihkan angaran itu meski sedikit. Hal itu karena dalam urusan pembangunan perubahan harga material, kebutuhan tambahan, kerusakan kecil bisa muncul di waktu yang tak teduga. Artinya keperluan dana cadangan ini bisa membantu kita menghadapi kebutuhan pengeluaran dana darurat tanpa memberhantikan pekerjaan.

Berapa besaran dana yang harus kita sisihkan? Tentu jawabannya bervariasi sesuai sekala proyek dan tingkat kepastian harga material. Arrtinya begini, semakin banyak bagian pekerjaan yang belum memiliki perhitungan pasti, maka semakin penting kita menyediakan dana darurat.

Bujet Rp20 Juta Cocoknya Pakai Konsep Rumah Tumbuh

Dengan bujet Rp 20 jutaan kita harus mempertimbangkan vareasi bentuk rumah yang akan kita bangun. Menurut hemat pikir tintanesia.com, kondep rumah tumbuh lebih pas dengan dana puluhan juta itu. Apalagi gagasan konsep rumah yang satu ini tergolong sederhana. Yait rumah dirancang sejak awal agar bisa diperluas di kemudaian hari. 

Konsep rumah tumbuh ini seperti struktur awal yang bisa kita buat satu atau dua ruang utama. Setelah ekonomi membaik, kita bisa menmbah kamar, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, teras dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan kita.

Jika ditelisik keuntungan menggunakan konsep rumah tumbuh adalah, kita tidak usah memaksakan kebutuhan sejak awal. Artinya, perencanaan pengembangan sudah kita rencanakan sejak awal dan akan dibangun bertahap.

Buat Rancangan Anggaran Sebelum Belanja Apapun

Kita harus merencanakan semua kebutuhan anggaran sejak awal hingga akhir. Lalu pisahkan kebutuhan wajib dan kebutuhan yang bisa ditunda.

Misalkan, pondasi da struktur masuk pada pembanguanan awal yang bersifat wajib. Sedangkan dekorasi, pagar, taman, Kitchen set, dan perlengkapan tambahan lainya bisa kita masukkan ke tahap selanjutnya.

Dengan memilah daftar seperti itu, kita bisa memperkirakan pengeluaran untuk material dan upah tenaga kerja. Kemudian langkahh selanjutnya, kita bisa membandingkan dengan keberadaan anggaran. Jika angka pengeluaran masih tinggi, kita bisa melakukan penguranga pada desain atau pada pengerjaan yang tidak terlalu mendesak.

Perhatikan, bahwa bujet Rp20 jutaan itu hanya modal awal untuk membuat rumah. Artinya, setelah puluhan juta itu tepakai, kita masih membutuhkan dana tambahan untuk membangun rumah secara bertahap. Terimakasi.* (Bram) #Bangun_Rumah_Hemat #Bujet #Rumah_Sederhana

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bujet Rp20 Jutaan Bisa Bangun Rumah? Berikut Tips yang Jarang Terpikirkan Orang Awam!
  • Bujet Rp20 Jutaan Bisa Bangun Rumah? Berikut Tips yang Jarang Terpikirkan Orang Awam!
  • Bujet Rp20 Jutaan Bisa Bangun Rumah? Berikut Tips yang Jarang Terpikirkan Orang Awam!
  • Bujet Rp20 Jutaan Bisa Bangun Rumah? Berikut Tips yang Jarang Terpikirkan Orang Awam!
  • Bujet Rp20 Jutaan Bisa Bangun Rumah? Berikut Tips yang Jarang Terpikirkan Orang Awam!
  • Bujet Rp20 Jutaan Bisa Bangun Rumah? Berikut Tips yang Jarang Terpikirkan Orang Awam!

Posting Komentar