Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ciri Khas Pariaman yang Tak Dimiliki Kota Lain: Keindahan, Budaya, dan Tradisi

Kota Tabuik Pariaman miliki ciri khas unik: tradisi Hoyak Tabuik, sejarah Islam tua, kuliner kaya rempah, pesona pantai, dan tokoh pejuang

Tugu tabuik yang terletak di simpang tugu tabuik pariaman


Tintanesia.comDi pesisir barat Pulau Sumatera, terselip sebuah kota yang memancarkan pesona berbeda dari daerah lainnya di Sumatera Barat. Pariaman bukan sekadar kota pantai biasa, melainkan permata yang menyatukan keindahan alam, kentalnya tradisi, kekayaan sejarah, dan kehangatan budaya dalam satu ikatan yang harmonis. Dikenal luas dengan julukan Kota Tabuik, Pariaman menyimpan ciri khas yang begitu unik sehingga sulit ditemukan di tempat lain, menjadikannya salah satu destinasi yang paling berkesan di tanah Minangkabau.

 


Julukan Kota Tabuik: Asal Usul dan Makna Mendalam

 

Salah satu ciri khas paling mencolok yang membedakan Pariaman dari kota lain tentu saja adalah julukan Kota Tabuik. Nama ini bukan sekadar nama panggilan, melainkan cerminan dari tradisi besar yang telah berakar ratusan tahun di tengah masyarakatnya. Julukan tersebut berasal dari tradisi tahunan yang sangat dinanti, yaitu Festival Budaya Hoyak Tabuik, yang digelar setiap tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura, untuk memperingati gugurnya Husain bin Ali, cucu tercinta Nabi Muhammad SAW di Padang Karbala.

 

Dalam perayaan ini, masyarakat Pariaman membuat dua buah menara besar yang disebut Tabuik, yang kemudian diarak keliling kota sebelum akhirnya diturunkan ke laut. Tradisi ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan sarana penyaluran rasa cinta dan kesedihan sekaligus pengingat akan nilai-nilai kebenaran dan pengorbanan. Motto kota Pariaman pun selaras dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam tradisi tersebut, yaitu "Sabiduak Sadayuang", yang berarti satu biduk dan satu dayung dalam bahasa Minangkabau. Maknanya sangat dalam: bahwa seluruh warga Pariaman harus bergerak serentak, bersatu hati, dan saling bahu-membahu dalam membangun dan memajukan kota tercinta.

 


Jejak Sejarah dan Tokoh Perjuangan yang Tak Terlupakan

 

Selain kaya akan tradisi, Pariaman juga melahirkan tokoh-tokoh perjuangan yang namanya terukir dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, dan hal ini menjadi ciri khas tersendiri yang membanggakan warganya. Dua di antaranya adalah Bagindo Dahlan Abdullah dan Samaun Bakri, yang saat ini sedang diperjuangkan statusnya sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah daerah setempat.

 

Bagindo Dahlan Abdullah, yang lahir di Pariaman pada tanggal 15 Juni 1895, merupakan sosok diplomat ulung. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia Serikat (RIS) untuk Irak, Suriah, dan Trans-Jordania pada tahun 1950, membawa nama Pariaman ke kancah internasional. Namanya kini diabadikan sebagai nama salah satu jalan utama di Kota Pariaman, menjadi pengingat abadi atas jasa-jasanya. Sementara itu, Samaun Bakri adalah tokoh wartawan sekaligus pejuang kemerdekaan yang berperan sangat penting pada masa-masa awal perjuangan bangsa, menyuarakan kebenaran melalui tulisan-tulisannya di tengah situasi yang penuh tekanan. Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti ini membuktikan bahwa Pariaman bukan hanya kota yang kaya budaya, melainkan juga lahirnya orang-orang yang berjiwa besar dan berpikiran luas.

 


Pusat Perkembangan Islam Tertua di Pantai Barat Sumatera

 

Pariaman juga dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan Islam tertua di pantai barat Sumatera Barat, sebuah ciri khas yang membentuk watak dan karakter masyarakatnya hingga hari ini. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di daerah ini adalah Syekh Burhanuddin, yang ajarannya terus berkembang dan mewarnai kehidupan beragama masyarakat setempat. Karena itu, suasana religius terasa sangat kental di setiap sudut kota, dan nilai-nilai keislaman menyatu erat dengan adat istiadat Minangkabau, mencerminkan filosofi hidup masyarakat Minang yang dikenal dengan ungkapan "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah". Kesatuan antara adat dan agama inilah yang menjadi pondasi kuat kehidupan bermasyarakat di Pariaman, menjadikannya tempat yang damai dan penuh toleransi.

 


Kekayaan Kuliner Khas yang Tak Ditemukan di Tempat Lain

 

Tidak lengkap rasanya berbicara tentang ciri khas Pariaman tanpa menyebutkan kekayaan kulinernya yang sangat khas dan kaya rempah. Setiap hidangan yang ada di sini memiliki rasa yang unik dan sulit ditemukan di daerah lain, menjadikannya salah satu daya tarik utama bagi siapa saja yang berkunjung ke kota ini.

 

Salah satu makanan paling ikonik adalah Sala Lauak, yaitu gorengan berbentuk bola-bola berwarna kuning keemasan yang terbuat dari campuran tepung beras dan ikan teri asin yang dihaluskan. Rasanya gurih, renyah di luar namun tetap lembut di dalam, dan aromanya sangat khas sehingga sekilas saja sudah bisa dikenali sebagai khas Pariaman. Selain itu, ada juga Sate Piaman yang sangat berbeda dari sate daerah lain. Sate ini disajikan dengan bumbu kacang kental berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur kacang yang tidak terlalu halus, sehingga rasanya lebih kaya dan terasa potongan kacangnya saat digigit. Tak ketinggalan Nasi Sala, yaitu nasi yang disajikan dengan kuah gulai yang kental, lalapan segar, serta tambahan ikan goreng tepung atau sala yang renyah. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar dalam satu piring ini sungguh menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

 


Pesona Wisata Alam yang Memikat Hati

 

Selain budaya dan kuliner, Pariaman juga dianugerahi keindahan alam yang menjadi ciri khas tersendiri. Terletak di pesisir barat Sumatera, kota ini memiliki garis pantai yang mempesona, salah satunya adalah Pantai Gandoriah yang menjadi andalan warga maupun wisatawan. Pasir putih yang lembut, deburan ombak yang berirama, dan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah membuat siapa saja merasa tenang berada di sana. Tidak jauh dari bibir pantai, terdapat pula gugusan pulau kecil yang menambah keelahan pemandangan, seperti Pulau Angso Duo yang bisa dicapai dengan perahu nelayan. Keindahan alam ini menjadi pelengkap sempurna bagi kekayaan budaya dan tradisi yang ada di Pariaman, menjadikannya paket lengkap bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam tanah Minangkabau.

 


Pesona yang Tetap Lestari

 

Secara keseluruhan, ciri khas Pariaman yang membedakannya dari kota lain bukan hanya terletak pada satu hal saja, melainkan pada perpaduan harmonis antara tradisi Tabuik yang agung, sejarah Islam yang tua, jejak para pejuang kemerdekaan, kuliner yang kaya rempah, serta keindahan pantai yang menenangkan. Semua hal itu menyatu dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam motto "Sabiduak Sadayuang", menjadikan Pariaman sebuah kota yang memiliki jiwa dan karakter yang kuat. Kota ini tidak hanya menyimpan masa lalu yang berharga, tetapi juga terus tumbuh dan berkembang sambil tetap setia menjaga identitasnya, sehingga pesonanya tetap memancar dan terus dirindukan oleh siapa saja yang pernah berkunjung ke sana.*(Af)

 

#Pariaman #Kota_Tabuik #Budaya_Minangkabau #Tradisi_Tabuik

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Ciri Khas Pariaman yang Tak Dimiliki Kota Lain: Keindahan, Budaya, dan Tradisi
  • Ciri Khas Pariaman yang Tak Dimiliki Kota Lain: Keindahan, Budaya, dan Tradisi
  • Ciri Khas Pariaman yang Tak Dimiliki Kota Lain: Keindahan, Budaya, dan Tradisi
  • Ciri Khas Pariaman yang Tak Dimiliki Kota Lain: Keindahan, Budaya, dan Tradisi
  • Ciri Khas Pariaman yang Tak Dimiliki Kota Lain: Keindahan, Budaya, dan Tradisi
  • Ciri Khas Pariaman yang Tak Dimiliki Kota Lain: Keindahan, Budaya, dan Tradisi

Posting Komentar