Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

7 Warung Kopi Terdekat Area UINSA Surabaya ini Cocok untuk Mahasiswa Ngerjain Tugas

Jika pean bingung saat mencari tempat ngopi nyaman di Surabaya area UINSA, langsung saja Bacar artikel ini, Cak. Ada 7 lengkap dengan lokasi dan suasa
Gelas kopi dan nampan beserta tutupnya yang berwarna putih, dibelakangnya ada kurungan burung
Ilustrasi kopi di warung area UINSA Surabaya

tintanesia.com - Ayo ngopi, Cak… pagi di sekitar UINSA Surabaya selalu punya suasana yang sulit dijelaskan dengan tergesa. Aroma kopi hitam naik pelan dari gelas-gelas kaca, lalu bercampur dengan suara motor mahasiswa yang baru datang kuliah seperti irama kecil yang akrab setiap hari. Kursi lembut di pinggir warung terlihat sederhana di beberapa warung itu, namun suasananya terasa hangat seperti tempat singgah yang diam-diam dirindukan.

Menjelang siang di beberapa warung area UINSA Surabaya ini, Cak, obrolan akan terdengar dari banyak meja. Nah di tempat itu ada asap kopi bergerak tipis ke udara. Kemudian di samping meja itu ada mahasiswa yang mengetik tugas dengan wajah serius, ada pula yang hanya duduk santai sambil menunggu kelas berikutnya, seperti menunggu hujan reda di sore panjang.

Dari narasi yang menggambarkan suasana di atas, lebih tepatnya di sekitar Ahmad Yani sampai Ketintang, warung kopi memang tumbuh seperti ruang kecil yang menjaga ritme hidup anak kampus.

Warung Kopi Dekat UINSA yang Selalu Punya Cerita Kecil

Bagi sampean yang kuliah di UINSA, Cak, warung kopi sering terasa lebih akrab daripada ruang kelas ketika hari mulai melelahkan. Dari gang sempit sampai pinggir jalan besar, selalu ada tempat duduk sederhana dengan kopi pekat yang mampu membuat kepala terasa lebih ringan seperti angin malam selepas hujan.

Tentu tempat-tempat itu ramai oleh mahasiswa, yang memenuhi hari dengan cerita kecil yang terus hidup sampai larut malam. Nah, kali ini khusus area terdekat UINSA Surabaya, tintanesia.com akan menguraikan 7 warung kopi sekaligus, Cak. Di simak ya!

1. Kedai Kopi 96

Suasana di Kedai Kopi 96 terasa akrab sejak sampean baru turun dari motor, Cak, apalagi ketika aroma kopi langsung menyambut dari balik meja kasir kecilnya. Mahasiswa sering datang bergerombol membawa laptop dan charger yang kusut seperti kabel kehidupan akhir bulan. Berkenaan dengan lokasi, tempat ini memang dekat dengan area kos mahasiswa di Jalan Wonocolo Pabrik Kulit No.96, Jemur Wonosari.

Menjelang sore di tempat ini, Cak, suara sendok seolah terdengar beradu dengan gelas dari berbagai sudut warung, lalu obrolan kecil ikut mengisi udara yang mulai dingin. Wi-Fi di warung ini sering jadi penyelamat mahasiswa yang tugasnya datang seperti ombak tidak berhenti. Meski begitu, sampean bisa duduk cukup lama tanpa merasa diburu waktu.

Kopi jumbo di warung inj punya rasa yang pekat namun tetap nyaman diminum perlahan, Cak, seperti teman ngobrol yang tidak banyak bicara tapi selalu ada. Harga makanannya juga ringan untuk kantong mahasiswa yang masih menghitung pengeluaran harian dengan hati-hati. Dari kopi susu sampai mie hangat, semuanya terasa pas menemani malam dengan dompet yang sudah menipis.

Jika pean tanya pencahayaan, lampu warung ini mulai terlihat temaram ketika jalan sekitar Jemur Wonosari makin ramai oleh kendaraan pulang kerja, Cak. Di waktu seperti itu, jenengan akan melihat beberapa mahasiswa yanh masih sibuk mengetik tugas sambil sesekali tertawa kecil bersama temannya. Sebab bagi mereka, kedai Kopi 96 terasa seperti ruang singgah sederhana yang selalu punya tempat untuk pulang sebentar.

2. Warkop Bang Faris

Di pinggir jalan besar yang tidak pernah benar-benar sepi, Cak, Warkop Bang Faris selalu terlihat hidup sejak sore mulai turun. Lampunya terang, musiknya pelan, sementara angin dari jalan Ahmad Yani bergerak masuk ke area outdoor seperti menyapu lelah selepas kuliah. Banyak mahasiswa memilih duduk di luar sambil menikmati suasana kota dari warung ini.

Kadang suara kendaraan besar terdengar cukup keras, Cak, namun justru itu yang membuat tempat ini terasa khas dan tidak dibuat-buat. Saat sampean duduk di sini, obrolan mahasiswa bercampur dengan aroma kopi serta mie instan hangat seperti suasana rumah kontrakan yang ramai menjelang malam. Lokasinya ada di Jalan Frontage Timur Ahmad Yani No.161, Jemur Wonosari. Jadi cukup strategis, kan!

Kopi hitam di Warkop Bang Faris punya rasa kuat yang cocok menemani kepala penat, apalagi ketika diminum sambil melihat lalu lintas bergerak terus tanpa jeda. Soal pengeluaran jangan salah, sebab harga menunya juga bersahabat seperti warung langganan yang tidak tega membuat dompet mahasiswa cepat kosong. Dengan sedikit uang kita bisa menikmati lontong kupang yang sering jadi teman nongkrong mengenyangkan.

Cak, malam di tempat ini terasa panjang namun santai, karena mahasiswa datang silih berganti membawa cerita masing-masing. Ada yang serius mengerjakan tugas, ada pula yang hanya duduk menikmati udara malam sambil menyeruput kopi pelan. Warkop Bang Faris seperti titik kecil yang tetap hangat di tengah ramainya Surabaya.

3. Warkop Wong Java

Begitu masuk ke Warkop Wong Java, sampean langsung merasakan suasana yang tidak pernah benar-benar tidur. Meja-mejanya hampir selalu terisi mahasiswa yang sibuk berdiskusi atau mengetik tugas sambil memesan kopi berkali-kali seperti menjaga mata tetap menyala sampai dini hari. Cak soal suasana, tempat di sana luas sehingga suasananya tetap nyaman meski ramai.

Di tengah obrolan dan suara kipas angin yang berputar pelan, aroma kopi hitam di sana terasa cukup kuat memenuhi ruangan. Banyak mahasiswa memilih datang malam hari karena suasananya lebih tenang untuk berpikir. Jika lokasinya, warung ini berada di kawasan Ketintang Baru, Kecamatan Gayungan.

Bekenaan dengan kopi di Wong Java, Cak, tentu punya rasa yang berani namun tidak membuat tenggorokan terasa berat, cocok untuk teman begadang yang panjang seperti jalan tanpa ujung. Soal harga, menu di sini juga masih aman untuk mahasiswa yang sedang menjaga isi dompet. Apalagi di warung yang super ramah ini, pembayaran bisa melalui QRIS.

Ketika jam mulai mendekati dini hari, Cak, suara tawa mulai mengecil dan suasana berubah lebih teduh. Mahasiswa yang masih bertahan biasanya fokus pada layar laptop sambil menyeruput kopi terakhir malam itu. Wong Java terasa seperti rumah singgah kecil bagi orang-orang yang belum selesai mengejar deadline.

4. WARKOP “BLACK OPAL”

Mahasiswa UINSA sering memilih BLACK OPAL ketika butuh tempat luas untuk kerja kelompok, Cak, karena suasananya mendukung untuk duduk lama tanpa terasa sumpek. Dari lantai bawah sampai lantai atas, semacam selalu ada suara obrolan yang membuat tempat ini terasa hidup seperti markas kecil anak kampus. Ditambah lagi lampu-lampunya yang seakan memberi kesan hangat saat malam mulai turun. Pokonya keren deh!

Di tengah obrolan mahasiswa dan suara gelas yang saling beradu, kopi hitam di tempat ini terasa cukup pekat untuk menemani tugas panjang. Harga makanannya juga masih ramah di kantong sehingga nongkrong lama tidak terasa berat. Dicatat ya, Cak, warung ini berada di Jalan Ahmad Yani No.123, Jemur Wonosari.

Sore menuju malam menjadi waktu paling nyaman di BLACK OPAL, Cak, yakni ketika angin mulai terasa adem dan suasana kota perlahan melambat. Banyak mahasiswa duduk bergerombol sambil membuka laptop atau menyusun agenda organisasi seperti menyusun cerita hidup pelan-pelan. Hal itu karena tempat ini semacam ruang santai yang dibuat tanpa terlalu mewah.

Karena buka dua puluh empat jam, Cak, warung ini hampir selalu punya pengunjung meski malam makin larut. Ada yang datang selepas rapat organisasi, ada pula yang baru selesai kerja sambilan. BLACK OPAL jika boleh mengatakan, seperti pelabuhan kecil yang tetap menyala ketika tempat lain mulai gelap.

5. Omah Rakjat

Pepohonan rindang langsung menyambut sampean begitu masuk ke Omah Rakjat. Suasananya terasa adem, semacam pulang ke rumah saudara di kampung. Bangunan bergaya rumah Jawa di sana, membuat tempat ini punya karakter yang tenang tanpa kehilangan suasana akrabnya. Banyak mahasiswa datang untuk mencari jeda dari ramainya kota.

Di sudut ruangan terlihat rak buku dan meja kayu yang membuat suasana makin hangat, sementara aroma kopi keluar pelan dari dapur kecil di belakang. Tempat ini berada di Jalan Gayung Kebonsari VIII No.38, Ketintang. Jadi tidak salah jika ada angin sore yang masuk dari sela pepohonan yang membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.

Kopi di Omah Rakjat punya rasa lembut dengan pahit yang nyaman di akhir, seperti obrolan sederhana yang menenangkan kepala. Soal harga tergolong terjangkau, Cak, biaya menu di sana cukup bersahabat untuk mahasiswa yang ingin nongkrong lama sambil membaca atau mengerjakan tugas.

Saat malam datang, lampu kuning mulai menyala pelan di sekitar halaman, lalu suasananya berubah semakin syahdu. Obrolan terdengar lirih dari tiap meja sambil asap kopi naik perlahan ke udara. Sehingga tidak salah, jika ada yang mengatakan Omah Rakjat seperti ruang kecil yang membuat hati terasa lebih tenang setelah hari panjang.

6. Tomoro Coffee – Graha Pena

Tomoro Coffee punya suasana yang lebih tenang dan rapi dibanding banyak warkop sekitar kampus, sehingga cocok untuk mahasiswa yang ingin fokus mengetik tugas. Begitu masuk, hawa dingin AC langsung terasa seperti menyapu panas jalanan Surabaya yang melelahkan. Banyak mahasiswa duduk sendiri sambil memakai earphone dan membuka laptop.

Suara mesin kopi terdengar pelan di tengah ruangan, sementara aroma kopi susu memenuhi udara seperti wangi yang membuat pikiran terasa lebih ringan. Tempat ini berada di Gedung Graha Pena, Jalan Ahmad Yani No.88, Ketintang. Dari balik kaca, kendaraan terus bergerak seperti aliran waktu yang tidak pernah berhenti saat pean ngopi di sana.

Kopi di Tomoro punya rasa creamy yang nyaman untuk diminum perlahan sambil menyusun laporan. Promo aplikasinya juga sering membantu mahasiswa tetap bisa nongkrong tanpa membuat dompet terasa sesak, Cak. Jadi tempat ini ini cocok untuk sampean yang ingin suasana lebih tenang dan dingin.

Menjelang malam, ruangan tetap terasa nyaman meski pengunjung yang datang silih berganti. Lampu putih dan meja-meja rapi di sana membuat suasananya seperti ruang kerja kecil yang hangat di tengah kota. Tomoro Coffee tergolong pas untuk menyelesaikan tugas sambil menikmati kopi tanpa tergesa.

7. Kanopi – Makan Nongkrong Ngopi

Kanopi selalu terlihat ramai ketika sore mulai turun, terutama oleh mahasiswa yang datang bergerombol membawa laptop dan charger. Tempatnya luas dengan desain yang modern, namun tetap santai seperti tongkrongan langganan anak kampus. Di sana, banyak sudut duduk yang membuat sampean betah berlama-lama.

Di tengah suasana ramai itu, aroma kopi dan makanan hangat terus keluar dari area dapur, lalu bercampur dengan suara obrolan yang terasa hidup. Lokasinya dekat  Vak, di Jalan Raya Kendangsari No.89, Jemur Wonosari. Saat pean di sana, akan melihat stop kontak yang tersedia hampir di setiap meja, membuat mahasiswa nyaman mengerjakan tugas sampai malam.

Kopi di Kanopi punya rasa yang ringan namun tetap terasa hangat di tenggorokan, cocok untuk menemani diskusi panjang bersama teman. Harga makanan dan minumannya juga masih masuk akal untuk mahasiswa yang sering nongkrong selepas kuliah, Cak.

Saat malam, di Kanopi terasa akrab dengan lampu-lampu hangat yang menyala pelan, sementara mahasiswa masih sibuk menyelesaikan tugas kelompok. Ada suara tawa kecil, ada pula yang fokus menatap layar laptop seperti mengejar waktu yang terus berjalan. Kanopi bisa dikatakan jadi tempat singgah yang nyaman di tengah padatnya aktivitas kampus.

Cak, warung kopi di sekitar UINSA Surabaya memang punya caranya sendiri untuk membuat mahasiswa merasa tidak sendirian. Dari kursi sederhana sampai ruangan ber-AC yang tenang, semuanya menghadirkan suasana hangat seperti jeda kecil di tengah hari yang padat. Aroma kopi, suara obrolan, dan lalu lintas kota selalu menjadi bagian dari cerita itu.

Ketika tugas mulai menumpuk dan kepala terasa penuh, tempat-tempat seperti ini sering menjadi ruang singgah yang paling dicari. Sampean bisa duduk pelan, menikmati kopi hangat, lalu membiarkan malam bergerak tanpa tergesa. Dari Wonocolo sampai Ketintang, tiap warung area UINSA Surabaya ini selalu punya rasa yang membuat orang ingin kembali lagi.*

Penulis: Sadewo tne #Warung_Kopi #UINSA_Surabaya #Pesona_Warung

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • 7 Warung Kopi Terdekat Area UINSA Surabaya ini Cocok untuk Mahasiswa Ngerjain Tugas
  • 7 Warung Kopi Terdekat Area UINSA Surabaya ini Cocok untuk Mahasiswa Ngerjain Tugas
  • 7 Warung Kopi Terdekat Area UINSA Surabaya ini Cocok untuk Mahasiswa Ngerjain Tugas
  • 7 Warung Kopi Terdekat Area UINSA Surabaya ini Cocok untuk Mahasiswa Ngerjain Tugas
  • 7 Warung Kopi Terdekat Area UINSA Surabaya ini Cocok untuk Mahasiswa Ngerjain Tugas
  • 7 Warung Kopi Terdekat Area UINSA Surabaya ini Cocok untuk Mahasiswa Ngerjain Tugas

Posting Komentar