![]() |
| Ilustrasi jalan menuju Coban Rondo |
tintanesia.com - Perjalanan ke Coban Rondo paling enak memang dimulai sejak pagi, Cak. Selain jalannya masih belum terlalu padat, suasana perjalanan juga biasanya terasa lebih santai. Waktu itu Surabaya baru mulai ramai. Kendaraan sudah memenuhi jalan utama, lalu beberapa warung kopi pinggir jalan juga mulai dipenuhi orang yang belum benar-benar siap memulai aktivitas. Sementara itu, langit pagi masih agak pucat karena matahari belum tinggi benar sehingga suasana kota terasa sibuk, tetapi belum terlalu panas.
Karena tujuan akhirnya menuju Coban Rondo di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, jalur yang dipilih tentu lewat Tol Pandaan - Malang. Rute ini memang jadi jalur terdekat dan paling nyaman kalau berangkat dari Surabaya menggunakan mobil. Selain lebih praktis, perjalanan juga terasa lebih ringan karena sebagian besar jalannya sudah terhubung tol, sehingga tidak terlalu sering berhenti di lampu merah atau kemacetan kota.
Begitu masuk tol, suasana perjalanan langsung berubah. Jalan terasa lebih lega, lalu ritme perjalanan mulai stabil. Musik diputar pelan di dalam mobil, sementara langit pagi perlahan terlihat makin cerah. Dari sana perjalanan mulai terasa seperti liburan kecil, karena suasananya berubah lebih tenang dibanding hiruk pikuk Surabaya saat pagi.
Tol Pandaan Malang yang Pemandangannya Selalu Enak Dilihat
Setelah melewati arah Pandaan, suasana jalan mulai berubah pelan-pelan. Gedung kota mulai berkurang, lalu gantian pemandangan hijau yang muncul di kejauhan. Gunung terlihat samar di balik awan tipis, sementara cahaya matahari mulai jatuh pelan di sisi jalan tol sehingga perjalanan terasa makin nyaman dinikmati.
Jalur Tol Pandaan - Malang memang jadi pilihan favorit banyak orang karena perjalanan terasa lebih praktis dan nyaman. Selain itu, waktu tempuh menuju Coban Rondo juga lebih singkat dibanding lewat jalur biasa yang harus melewati pusat Kota Malang. Karena itulah banyak keluarga memilih rute ini ketika ingin liburan santai tanpa terlalu lelah di jalan.
Sepanjang perjalanan, kendaraan wisata mulai semakin banyak. Ada mobil keluarga dengan barang penuh di belakang, lalu ada juga rombongan motor touring yang melaju santai menuju arah Batu. Sementara itu, obrolan di dalam mobil mulai ngalor-ngidul karena suasana jalan yang tenang bikin perjalanan terasa tidak terburu-buru. Dari sana rasa perjalanan perlahan berubah, bukan lagi seperti mengejar tujuan, melainkan menikmati suasana yang terus berganti di sepanjang jalan.
Keluar Tol Singosari Lalu Lanjut ke Arah Batu
Tidak lama setelah itu, perjalanan keluar lewat Exit Tol Singosari KM 88. Begitu keluar tol, suasana langsung terasa berbeda karena jalan mulai dipenuhi warung makan, toko buah, truk sayur, sampai kendaraan wisata yang bergerak pelan menuju arah Karangploso dan Batu. Dari sana suasana khas Malang mulai benar-benar terasa.
Cara menuju Coban Rondo lewat jalur ini memang paling nyaman karena pengendara tidak perlu masuk pusat kota yang sering macet. Tinggal mengikuti arah Karangploso, lalu lanjut menuju Kota Batu sebelum akhirnya naik ke arah Pujon. Karena jalurnya cukup jelas, perjalanan juga terasa lebih santai dan tidak terlalu melelahkan.
Sepanjang perjalanan menuju Batu, suasananya selalu menyenangkan buat dinikmati. Penjual apel berjajar di pinggir jalan, jeep wisata sesekali lewat bergerombol, lalu aroma makanan dari warung pinggir jalan kadang ikut tercium ketika kaca mobil dibuka sedikit. Sementara itu, udara perlahan mulai terasa lebih dingin sehingga orang-orang di dalam mobil mulai sibuk melihat suasana luar dibanding memainkan ponsel masing-masing.
Dari sana jalan perlahan menanjak, kemudian pemandangan di kanan kiri mulai dipenuhi pepohonan dan perbukitan hijau. Karena suasananya berubah pelan-pelan, perjalanan menuju Batu memang sering bikin orang lupa kalau tujuan akhirnya sebenarnya masih cukup jauh di depan.
Singgah Sebentar Menikmati Suasana Batu
Sebelum lanjut ke arah Pujon, biasanya banyak orang memilih berhenti sebentar di kawasan Batu. Ada yang mencari kopi hangat, lalu ada juga yang sekadar turun untuk meluruskan kaki setelah cukup lama duduk di mobil. Meskipun berhentinya tidak terlalu lama, suasana seperti itu justru sering jadi bagian paling menyenangkan dari perjalanan.
Suasana Batu memang selalu bikin perjalanan terasa santai. Udaranya dingin, lalu banyak warung sederhana yang justru terasa nyaman buat tempat istirahat sebentar. Apalagi kalau cuaca sedang mendung tipis, suasana jalan jadi terasa lebih adem dan tenang sehingga orang rasanya malas buru-buru melanjutkan perjalanan.
Sambil duduk menikmati kopi panas, kendaraan wisata masih terus lewat pelan di depan warung. Dari sana obrolan biasanya mulai melebar ke mana-mana. Ada yang bahas tempat makan, lalu ada juga yang cerita pengalaman waktu dulu pertama kali naik ke arah Pujon. Karena suasananya santai, waktu istirahat sebentar sering terasa jauh lebih lama dari yang direncanakan.
Jalur Menuju Pujon yang Adem dan Menenangkan
Setelah istirahat sebentar, perjalanan dilanjutkan menuju jalur Payung yang terkenal dengan tanjakan dan tikungannya. Begitu masuk jalur ini, suasana perjalanan langsung berubah lagi. Jalan mulai berkelok, lalu udara dingin makin terasa meskipun kaca mobil hanya dibuka sedikit.
Di beberapa titik, kabut tipis turun pelan di pinggir jalan. Pohon-pohon tinggi berdiri rapat, sementara truk sayur berjalan santai di tanjakan sehingga kendaraan lain ikut melambat menikmati suasana jalan. Karena jalannya cukup menanjak, mobil biasanya mulai menggunakan gigi rendah supaya lebih nyaman saat naik maupun turun.
Meski begitu, justru bagian perjalanan ini yang paling sering bikin orang betah. Suasananya tenang, tidak terlalu ramai, lalu pemandangan di sepanjang jalan terasa menyegarkan mata. Sesekali terlihat warung kecil dengan mi rebus panas dan kopi hitam yang aromanya samar terbawa angin dingin. Dari sana perjalanan menuju Coban Rondo terasa makin dekat, sementara suasana hati juga ikut terasa lebih ringan.
Sampai di Coban Rondo yang Udarnya Langsung Bikin Betah
Tidak lama setelah melewati kawasan Pandesari, gapura besar Kawasan Wisata Coban Rondo akhirnya terlihat di sebelah kiri jalan. Begitu masuk area wisata, udara dingin langsung terasa lebih segar dibanding perjalanan sebelumnya. Pepohonan tinggi memenuhi kawasan wisata, lalu suara air mulai terdengar pelan dari kejauhan sehingga suasana langsung terasa tenang.
Rasa lelah selama perjalanan perlahan hilang sendiri karena udara pegunungannya memang bikin badan lebih rileks. Coban Rondo dikenal sebagai salah satu wisata air terjun paling ramah keluarga di Malang karena aksesnya mudah dijangkau menggunakan mobil dan fasilitas wisatanya juga cukup lengkap.
Selain air terjun setinggi sekitar 60 meter, kawasan wisata ini juga punya area labirin, tempat berkemah, hingga penangkaran rusa yang biasanya jadi favorit anak-anak. Karena suasananya adem dan tidak terlalu ribut, banyak pengunjung akhirnya memilih duduk santai lebih lama sambil menikmati udara dingin khas Pujon.
Namun kalau dipikir-pikir lagi, yang paling membekas dari perjalanan seperti ini memang bukan cuma tempat wisatanya. Justru perjalanan dari Surabaya menuju Batu, lalu naik perlahan ke arah Pujon tadi yang sering masih teringat setelah pulang. Dari jalan tol yang tenang, udara dingin Batu, sampai kabut tipis di jalur Payung, semuanya seperti jadi bagian perjalanan yang bikin pikiran ikut lebih rileks.*
Penulis: Sadewo tne #Coban_Rondo #Jalur_Terdekat #Surabaya #Malang
