Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pesona Lima Tempat Ngopi Dekat Wisata Sunan Drajat

Gelas kopi di tengah alam dan tumbuhan seperti pusang
Ilustrasi ngopi di dekat wisata Sunan Drajat

Tintanesia, Pesona Warung di Dekat Wisata Sunan Drajat - Seruput dulu kopinya, Cak... atau ayo ngopi di daerah Wisata Sunan Drajat. Pasalnya di tempat itu, ternyata bukan cuma soal ziarah dan perjalanan batin. Ada sudut-sudut kecil yang diam-diam bisa merawat percakapan lewat secangkit kopi hangat. Dengan begitu hidup lebih terasa pelan dan dekat.

Sampean bakal nemu banyak wajah lelah yang berubah menjadi ringan saat duduk sebentar di Warung sekitar Wisata Sunan Drajat ini, Cak. Apakagi mulai dari suara kendaraan, langkah peziarah, hingga tawa kecil bercampur jadi satu irama. Semuanya tampak punya cerita masing-masing yang numpang lewat di meja kayu sederhana.

5 Tempat Ngopi Dekat Wusata Drajat

Di kawasan Wisata Pasarean Sunan Drajat, kopi tidak hanya minuman, tapi perjalanan, Cak. Jika sampe ingin m ngurai, tentunya tidak jauh dari setiap warung yang seperti jeda kecil di antara langkah panjang. Dari situlah percakapan sederhana sering lahir tanpa rencana. Ada 5 warung yang akan Tintanesia bahas, Cak, catat ya!

1. Warkop Pondok

Warkop Pondok ini berdiri tepat di deretan ruko depan kawasan wisata Sunan Drajat. Orang-orang berhenti silih berganti di sana, semacam ingin berjeada usai berziarah. Apakagi di tempat itu, waktu terasa seperti berjalan pelan, karena kopi diseruput perlahan.

Meja meja warung sederhana di Warkop Pondok jadi tempat singgah yang tak pernah sepi cerita. Ada peziarah baru turun, ada juga yang hanya berhenti untuk melepas pena. Semacam stasiun kecil, begitulah, semua orang berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.

Kemudian sampean juga akan mendengar duara gelas berasu, jadi musik yang familiar di telinga. Lalu percakapan ringan mengalir tanpa dipaksa. Sehingga bisa dideskripsikan jika warkop ini seperti napas pendek di tengah perjalanan panjang yang melelahkan.

2. Suketteki Coffee dan Food

Suketteki Coffee & Food berdiri tidak jauh dari makam Sunan Drajat. Suasananya lebih rapi dan tertata dengan sentuhan hangat yang lembut. Bisa dibilang tempat ini seperti pelukan tenang di tengah perjalanan yang padat.

Banyak orang memilih duduk lebih lama di sini, karena suasananya memang tidak terburu-buru. Obrolan bisa mengalir pelan tanpa gangguan suara jalanan yang bising. Kadang diam pun terasa nyaman di tempat ini.

Kemudian lampu-lampu hangatnya, membuat malam terasa lebih dekat. Kopi yang disajikan seperti teman yang tidak tergesa-gesa meninggalkan meja. Bisa dituturkan, Cak, jika di sini, seolah waktu belajar berjalan lebih sabar.

3. Warkop Mbah Ito 2

Warkop yang satu ini berada di jalur Banjarwati yang hanya beberapa menit dari gerbang Wisata Sunan Derajat. Suasananya selalu ramai seperti pasar kecil yang tak pernah tutup. Jadi semacam sudutnya penuh cerita yang saling bersahutan.

Obrolan ngalor ngidul jadi menu utama selain kopi panas di tempat ini. Tawa pecah tanpa perlu alasan yang rumit, karena tempat ini seperti ruang keluarga besar yang tidak pernah sepi.

Suara gelas dan kursi bergeser jadi irama khas yang mudah diingat. Orang-otang yang datang bukan hanya untuk minum, Cak, tetapi juga untuk merasa dekat. Sehingga tidak salah jika warkop ini hidup dengan percakapannya tak pernah tidur.

4. Warkop 2 Putra Pantura

Warkop 2 Putra Pantura ini lokasinya di jalur Pantura yang selalu sibuk oleh kendaraan. Lampu jalan yang indah membuat suasana alam terasa lebih dalam. Sehingga setiap kendaraan yang lewat, seperti membawa cerita sendiri.

Di tempat ini, banyak orang singgah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan jaug. Berkaitan dengan rasa kopi, di warung yang satu ini bisa dikatakan jadi teman singkat yang menguatkan langkah. Serta bisa dipastikan bahwa tempat ini, seperti halte kecil di tengah derasnya arus jalan.

Kemudian, angin malam sering masuk tanpa izin ke dalam ruang warkop. Percakapan lebih jadi pelan tapi tetap hangat. Di sini, perjalanan terasa sedikit lebih ringan untuk dilanjutkan.

5. Kopi Lawang Drajat

Kopi Lawang Drajat berada di gang kawasan Wisata Sunan Drajat, sehingga lebih tenang. Suasananya jauh dari hiruk pikuk jalan utama. Bisa dikatakan, jika tempat ini seperti sudut hening yang sengaja disembunyikan.

Orang-orang datang biasanya untuk mencari ruang yang lebih sunyi. Kopi disajikan tanpa banyak gangguan, hanya fokus pada rasa dan suasana. Di sini, pikiran seperti diberi ruang untuk duduk lebih lama.

Kadang-kadang suara angin dan percakapan pelan yang menemani. Setiap tegukan terasa lebih dalam karena suasanya mendukung. Tempat ini seperti jeda panjang di tengah dunia.

Di sekitar Wisata Sunan Drajat, kopi buka cuma soal rasa, Cak, tetapi juga berkenaan dengan pertemuan. Seperti 5 warung di atas, yang menyimpan cara sendiri untuk membuat orang beta duduk lebih lama. Dari ramai sampai sunyi, semuanya punya makna yang berbeda.

Nah, sampai tinggal pilih, mau singgah di suasana yang seperti apa, Cak? Masing-masing dari lima warung dekat Wisata Suanan Drajat ini menawarkan cerita yang tidak sama, loh! Selamat Ngopi Cak.

Penulis: Fau  #Warung_Kopi #Sunan_Drajat #Warkop_Drajat #Kopi_Lamongan #Tempat_Ngopi_Jawa_Timur

Baca Juga
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad