Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Belajar dari Maskawin Cek Miliaran yang Diduga Palsu

Dua tangan pasangan peria yang saling mencintai
Ilustrasi dia tangan pasangan suami istri

Tintanesia - Di berbagai kehidupan manusia Indonesia, cerita tentang harapan sering kali berdampingan dengan fakta yang sering menabrak logika, bahkan sulit untuk diterima. Secara gitu ya, kita hidup di tengah masayarakat yang percaya dengan cinta, pernikahan dan keluarga yang menjadi tempat paling nyaman. Sehingga tidak salah jika ada kita percaya pada seseorang dagang membawa janji masa depan cerah. Hal itu wajar, karena sesuai dengan kebutuhan hidup manusia, yakni menginginkan kehidupan yang mapan.

Beberapa bulan terakhir, sebuah peristiwa dari desa di Pacitan sempat menggemparkan Indonesia, yakni, seorang peria yang jau lebih tua nikah dengan perempuan yang masih jauh lebih muda darinya. Yang paling memancing perhatian manusia Indonesia, adalah mahar cek miliaran yang diberikan begitu saja. Tentu hal itu sangat menjajikan bagi keluarga mempelai perempuan bukan.

Berlandaskan cek miliaran itu, banyak orang datang untuk menyaksikan pernikahan yang dilangsungkan. Tetapi, berselang beberapa hari kemudian, cerita berubah. Cek yang diberikan dicurigai dan sempat tidak bisa dicairkan. Kemudian ada kabar juga, bahwa mobil yang diberikan ke mempelai diduga dari rental yang disewa. Sementara peria tua itu menghilang tanpa kabar.

Jika dilihat kejadian ini, tentu mudah dinyatakan sebagai kasus penipuan. Tetapi saat dipandang dengan kacamata manusiawi, peristiwa itu semacam berkenaan dengan dengan mimpi sederhana seseorang yang ingin hidup lebih baik, dihargai, dan dipercaya.

Kadang mimpi itu datang dari bentuk manusia yang terlihat meyakinkan, tentunya dengan kata-kata dan beberapa barang yang tampak meyakinkan. Nah, dalam situasi seperti ini sebagai manusia, sang sang gadis akan sulit membedakan batas harapan dan kewaspadaan.

Berkenan dengan kisah cek miliaran dan pernikahan itu, tentu tidak sedikit dari kita yang pernah mengalami kejadian serupa, meski dalam bentuk alur berbeda. Kadang kita percaya sama seseorang, janji pekerjaan, peluang usaha, bahkan pada hubungan cinta yang digadang-gadang lama bertahan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Tentu jawabannya karena sifat dasar, yakni, manusia memang hidup dari kepercayaan.

Sahabat Tintanesia, kepercayaan yang dimaksud ternyata memiliki sisi yang perlu direnungi, bahkan berada di ruang yang sangat rapuh. Hal itu dikarenakan manusia hanya mengandalkan kata-kata manis yang berkesan di awal saja. Sementara sebagian dari kita, acap kali percaya dengan sesuatu yang tampak baik.

Berkenaan dengan kisah yang ada di Pacitan itu, pada akhirnya, pihak kepolisian turun tangan dan menyelidiki kejadian tersebut. Hasilnya, sang peria tua ternyata tidak bohong. Cek itu benar, dan mobil itu juga benar. Bahkan pada kasus itu ada beberapa temuan unik yang bisa di ambil pelajaran untuk direnungi. Sekian, dan terimakasih.

Penulis: Fau
#Kesah_Kehidupan_Indonesia #Refleksi_Hidup #Cerita_Desa #Cek_Miliaran

Baca Juga
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad