Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ketika Jalan Pagi Tak Lagi Aman: Catatan Sunyi di Sampang

Gojek Begal Dibegal
Korban begal sedang dirawat oleh petugas Kesehatan di Sampang

Tintanesia - Pagi hari jalanan Indonesia biasanya seperti biasanya. Yaitu sebagian orang-orang mengejar waktu, sebagiannya lagi sekedar menjalani rutinitas yang ringan. Mereka percaya, bahwa pagi termasuk waktu yang aman untuk perjalanan pendek dan panjang. Namun pada suatu pagi di lintas menuju Madura, keyakinan itu runtuh begitu saja.

Seseorang yang berprofesi sebagai ojek daring berangkat membawa harapan sederhana, yakni bekerja dan pulang dengan selamat. Dia tidak ingin mencari sesuatu yang luar biasa, hanya ingin menyambung hidup seperti kebanyakan orang.

Namun di jalan lintas menuju Madura, dia justru mendapat bahaya yang bikin semua orang menangis jika diceritakan secara detail.

Kita sering mendengar istilah pembegalan, seolah kata itu sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Namun ketika seorang mencoba membayangkan peristiwa itu terjadi pada seorang yang sedang bekerja, yang mungkin baru saja berpamitan pada keluarganya, rasanya menjadi berbeda.

Mengingat peristiwa ini telah banyak dimuat di berbagai media terutama yang bertugas di Madura. Namun semacam ada jarak antara berita yang kita baca dengan realita yang dijalani seseorang. Jarak tersebut, kadang membuat kita lupa bahawa setiap kejadian selalu menyisakan luka yang tidak sederhana.

Baiklah, biar kita sama-sama bisa menerka kejadian itu, akan Tintanesia ceritakan secara ringkas dan ringan. Di sebuah jalan desa di Sampang, pria profesi ojol ini ditemukan dengan luka bakar di tubuhnya setelah diserang.

Dia sempat berlari, berusaha menyelamatkan diri, menuju rumah-rumah warga yang mungkin tampan seperti satu-satunya harapan tersisa.

Tentu ada sesuatu yang terasa begitu manusiawi di sana, terutama saat seseorang dalam keadaan terluka tetap memilih berlari yang bukan berarti menyerah. Seolah tubuhnya tahu bahwa hidup harus dipertahankan, meski keadaan sudah begitu jauh dari wajar.

Sudah pasti warga yang menemukan dia tidak banyak berpikir. Dalam keadaan panik, masyarakat menolong sebisanya. Mungkin tidak semua mengerti harus berbuat apa, namun ada dorongan sederhana untuk tidak membiarkan seorang sendirian dalam keadaan seperti itu.

Dalam situasi seperti ini, kita sering melihat sisi lain dari kehidupan: bahwa ditengah ketakutan, masih ada kepedulian yang bergerak tanpa banyak kata.

Singkatnya korban (Kang Ojol) dievakuasi hingga tubuhnya tergelatak di rumah sakit Sampang. Diterka dari angka-angka medis, mungkin menjelaskan seberapa parah luka yang tukang ojol ini alami.

Rasa sakit, ketakutan, dan mungkin kebingungan, semua bercampur menjadi sesuatu yang sukar dijelaskan. Sementara di luar ruangan, Teman-teman seperjuangan datang dari Surabaya menunggu kabar baik tentang kang ojol ini. Mereka tidak tahu harus berbuat apa selain hadir.

Jadi semacam ada sesuatu yang terasa diam-diam mengikat meraka. Yakni berangkat ke jalan, menghadapi resiko yang tidak sselu terlihat, dan tetap berangkat setiap hari.

Mereka tahu bahwa pekerjaan itu tidak selu aman, tetapi hidup kadang tidak memberi banyak pilihan. Bisa dikatakan, di balik jaket dan kendaraan yang mereka tunggangi, ada realita kebutuhan, tanggung jawab, dan harapan keluarga di rumah.

Peristiwa seperti ini sering membuat kita berhenti sejenak, lalu mulai menanyakan: Seberapa aman sebenarnya kehidupan yang di jalani setiap harinya? Sebab jalan yang dilewati, orang-orang yang ditemui, semuanya terasa biasa hingga suatu hal tak terduga terjadi. Kemudian kita kembali dihadapkan pada fakta bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan.*

Sekedar diketahui bahwa kang ojol adalah berasal dari Sidoarjo, dan bernama Stevens Charles Risky. Sementara kejadiannya di jalan desa Penyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang pada (13/10/2025) lalu.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), ketika korban dalam perjalanan menuju Madura mengantar pelanggan.

Adapun pihak kepolisian telah turun tangan untuk menangani kejadian tersebut hingga korban dievakuasi ke rumah sakit Sampang.

Penulis: Fau #Realita_Jalanan #Kehidupan_Pekerja_Jalan #Keamanan_di_Jalan #Cerita_Kemanusiaan #Peristiwa_Sampang

Baca Juga
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad