![]() |
| Buka bersama Keluarga Besar SMKN 1 Enam Lingkung menjadi momen penuh kebersamaan, syukur, dan kehangatan. (Tintanesia/Ijek) |
Tintanesia, Padang Pariaman - Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di tengah rutinitas yang sering berjalan cepat dan kadang terasa melelahkan, ada momen-momen sederhana yang tiba-tiba terasa lebih bermakna. Salah satunya adalah tradisi buka bersama. Bukan hanya tentang menunggu azan magrib untuk melepas lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mempertemukan kembali orang-orang yang selama ini berjalan dalam kesibukan masing-masing.
Suasana seperti itu terasa dalam kegiatan buka bersama yang digelar keluarga besar SMKN 1 Enam Lingkung di Rumah Makan Lamun Ombak, Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang hanya digelar satu kali dalam setahun ini mempertemukan para guru, tenaga kependidikan, dan keluarga besar sekolah dalam suasana yang hangat dan sederhana.
Kepala SMKN 1 Enam Lingkung, Akmal, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang menjadi momen penting bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk kembali saling menyapa di luar rutinitas pekerjaan.
“Acara buka bersama ini kami adakan untuk mempererat hubungan silaturrahmi, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan seluruh keluarga besar SMKN 1 Enam Lingkung,” ujar Akmal.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan menjelang datangnya masa libur Lebaran. Setelah berbulan-bulan menjalani aktivitas sekolah yang padat, pertemuan dalam suasana Ramadhan memberi ruang bagi semua orang untuk berhenti sejenak dari ritme keseharian.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering berada dalam lingkaran tugas dan tanggung jawab yang berjalan tanpa henti. Di lingkungan sekolah, para guru dan staf bekerja bersama hampir setiap hari. Namun, tidak selalu ada waktu untuk benar-benar duduk bersama sebagai manusia yang berbagi perjalanan hidup yang sama.
Melalui buka bersama, suasana yang biasanya formal perlahan berubah menjadi lebih cair. Percakapan yang biasanya berkisar pada pekerjaan bergeser menjadi cerita tentang keluarga, pengalaman hidup, atau kenangan yang mungkin lama tidak sempat dibicarakan.
Akmal menilai, kebersamaan seperti ini memiliki arti yang lebih dalam daripada sekadar pertemuan rutin.
“Kebersamaan bukan hanya soal bekerja bersama, tetapi juga saling memahami sebagai manusia. Ketika kita bisa duduk bersama dengan hati yang lapang, di situlah kekompakan sebenarnya mulai tumbuh,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga saling bersalaman dan saling memaafkan. Tradisi ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama menjelang akhir Ramadhan.
Akmal mengatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan sering terjadi tanpa disadari. Baik dalam ucapan, sikap, maupun keputusan yang diambil dalam pekerjaan.
“Dalam keseharian di lingkungan sekolah, tentu ada kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Melalui momen seperti ini, kita saling memaafkan satu sama lain agar hati menjadi lebih ringan,” imbuhnya.
Baginya, saling memaafkan bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga cara manusia menjaga hubungan agar tetap hangat dan tidak terputus oleh hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dipahami bersama.
“Kita semua adalah manusia yang sedang belajar menjalani kehidupan. Karena itu, memaafkan adalah cara kita menjaga kebersamaan agar tetap utuh,” kata Akmal.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjaga hubungan baik di antara keluarga besar SMKN 1 Enam Lingkung, sehingga semangat kebersamaan tetap terjaga dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Semoga kebersamaan ini membuat kita semakin kuat dalam menjalankan tanggung jawab untuk memajukan pendidikan di SMKN 1 Enam Lingkung,” ujarnya.
Pada akhirnya, acara buka bersama itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, bagi banyak orang, pertemuan sederhana seperti ini sering meninggalkan kesan yang lebih lama dari yang terlihat.
Akmal pun menutup perbincangannya dengan sebuah pengingat yang sederhana namun penuh makna.
“Kadang manusia hanya butuh waktu sejenak untuk duduk bersama dan saling memaafkan. Dari hal kecil seperti itulah kebersamaan bisa bertahan lebih lama," paparnya.*
Penulis: Ijek #Buka_Bersama_Ramadan #SMKN_1_Enam_Lingkung #Silaturrahmi #Kebersamaan_Bulan_Ramadan #Pendidikan_Padang_Pariaman
