Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sosialisasi Anti Narkoba di Padang Pariaman, Kegelisahan di Balik Harapan Pemuda Nagari

Sosialiasi
Situasi saat sosialisasi anti narkoba di Nagari Malai V Suku

Tintanesia - Puluhan pemuda bertemu di satu ruang dalam Sosialisasi anti narkoba di Nagari Malai V Suku, Padang Pariaman. Pasalnya mereka datang dengan latar belakang yang berbeda. Namun tujuannya sama yakni, menyimak dan memahami gelaran kegiatan tersebut.

Puluhan pemuda yang hadir menyimak dengan cara masing-masing. Yakni ada yang serius dengan tatapan seakan mampu memahami apa yang didengar, kemudian ada yang hanya sekadar diam namun seakan mengurai berbagai hal yang dicerna.

Sebenarnya kehiduoan tidak berjalan seperti apa yang disampaikan dalam ruang-ruang seperti itu. Sebab biasanya apa yang terdengar sederhana di ruangan, kerap menjadi rumit saat ditemui di luar. Nah Tintanesia menyebut hal itu sebagai jarak pengetahuan dan pengalaman.

Berkenaan dengan sosialisasi anti narkoba itu, Kapolsek Sungai Limau Iptu Idham Fadli menjelaskan, jika narkotika tidak hanya merusak diri sendiri. Melainkan bisa meluas memperngaruhi orang lain.

Ia menggambarkan, bagaimana seseorang akan berubah jika terjangkit narkoba. Yakni prilaku bisa tak terkendali, seolah kehidupannya kehilangan arah. Nah dalam penjelasan itu, tentu terasa ada kekhawatiran yang tidak hanya bersifat formal.

Sehingga tidak salah jika, Fadli mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan narkoba. Dan hal itu, tentu tidak hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dari itu kita bisa menerka, bahwa persolaan tersebut tidak bisa selesai jika hanya sendirian.

Di sisi lain, Wali Nagari Malai V Suku, Arizman berharap pada pemuda dalam kerja samanya dengan aparat. Dia melihat kegiatan tersebut termasuk upaya menjaga generasi dari pengaruh buruk.

Arizman juga berharap, para peserta mampu membawa pengetahuan tersebut ke kampungnya. Tentunya guna pengingat bagi teman, keluarga, dan orang di sekitar. Meskipun untuk mewujudkan harapan tersebut, tak segampang diucapkan.

Menurut dia, menjaga diri sendiri saja sudah semacam sangat berat. Apalagi juga harus terlibat untuk menjaga lingkungan. Apalagi kehiduoan kerap kali menghadirkan pilihan yang tak selalu sederhana.

Berkenaan dengan Narkoba, mungkin kita sering berpikir tentang ancaman yang datang dari jauh. Padahal dalam banyak keadaan, yang terdekat justru lebih sulit dikenali. Atau mengaca dari berita-berita kasus narkoba yang ada, bahwa barkkba bisa saja hadir dalam bentuk yang tidak selalu mencolok.

Bahkan Narrkoba bisa muncul lewat pergaulan yang tampak biasa saja. Tak bisa dipungkiri, kadarnya obat terlarang ini datang rasa ingin tahu yang tidak disadari. Nah, di situlah batas antara aman dan berisiko yang menjadi tipis. Itu sih yang Tintanesia dapat dari berbagai sosialisasi Narrkotika saat duduk di bangku SMA dulu.

Berkenaan dengan sosialisasi narkoba ini, mungkin tidak langsung mengubah segalanya. Sebab biasanya semua yang di dengar tidak langsung dipahami sepenuhnya. Tetapi setidaknya, ada upaya untuk membuka kesadaran.

Jadi semacam ada kemungkinan yang tidak langsung terasa saat itu, namun perlahan bisa muncul saat seseorang yang sering imut sosialisasi menghadapi malah tersebut secara langsung, mengibgat kesadaran itu sering datang secara tiba-tiba.

Saat kegiatan sosialisasi narkoba itu rampung, para pemuda kembali ke kehidupan mereka dengan masing-masing dinamika yang dihadapinya. Nah saat berada di tengah-tengah masyarakat itulah, mereka akan bertemu dengan Kenyataan-kenyatan yang dianggap berbeda.

Sehingga di titik itulah pilihan-pilihan kecil mulai menentukan arah. Meski arah itu tidak terlihat dari awal, namun pelan-pelan akan membentuk perjalanan hidup. Mengingat, setiap orang membaca caranya sendiri dalam memahami sesuatu.

Dari itu kita berprasangka baik terkait sosialisasi narkoba ini, yakni, mungkin yang tertinggal tidak hanya materi yang disimak, tetapi perasaan yang muncul saat kesadaran kecil hidup dalam pemilihan para pemuda itu.

Sekedar diketahui bahawa kegiatan sosialisasi tersebut digelar oleh Pemerintah Nagari Malai V Suku Kecamatan Batang Gasan Padang Pariaman pada Kamis, 26 Oktober 2025 lalu.

Penulis: Fau #Sosialisasi_Narkoba #Pemuda_Nagari #Kehidupan_Remaja #Realita_Masyarakat

Baca Juga
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad